HTML5 Powered with CSS3 / Styling, and SemanticsLevel Double-A conformance, 
          W3C WAI Web Content Accessibility Guidelines 2.0

Berita / Pengumuman Terkini

Blog PN Purworejo

Di halaman ini merupakan berita, pengumuman, relaas serta kegiatan terbaru seputar Pengadilan Negeri Purworejo

Peringatan Hari Kartini Ke-140 Tahun 2019 Pengadilan Negeri Purworejo Kelas IB

on Senin, 22 April 2019. Posted in Kegiatan Pengadilan

Peringatan Hari Kartini Ke-140 Tahun 2019 Pengadilan Negeri Purworejo Kelas IB

Humas-Purworejo, 22 April 2019. Pengadilan Negeri Purworejo melaksanakan Upacara Bendera dalam rangka memperingati hari Kartini Tahun 2019. Bertindak sebagai inspektur upacara, Ibu Setyorini Wulandari, S.H., M.H. Semua petugas upacara adalah wanita, hal ini sesuai dengan tema"Dengan Semangat Kartini Kita Wujudkan Kualitas Keluarga Untuk Jawa Tengah Maju Dan Berdikari". berikut sejarah singkat Kartini:

Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat merupakan nama lengkap RA Kartini yang merupakan tokoh Pahlawan Nasional yang memperjuangkan emansipasi wanita. Ia lahir pada tanggal 21 April 1879 di Mayong, Jepara, Jawa Tengah. Ayahnya bernama Raden mas Adipati Ario Sosroningrat yang merupakan seorang bupati Jepara. Di era Kartini, wanita-wanita negeri ini belum memperoleh kebebasan dalam berbagai hal. Mereka belum diijinkan untuk memperoleh pendidikan yang tinggi seperti pria dan bahkan belum diijinkan menentukan jodoh/suami sendiri. Keadaan seprti itu membuat Kartini berkeinginan dan bertekad untuk memajukan wanita bangsanya, Indonesia. Langkah untuk memajukan itu menurutnya bisa dicapai melalui pendidikan. Untuk merealisasikan cita - citanya itu, dia mengawalinya dengan mendirikan sekolah untuk anak gadis di daerah kelahirannya, Jepara. Berbagai rintangan tidak menyurutkan semangatnya, bahkan pernikahan sekalipun. Setelah menikah, dia masih mendirikan sekolah di Rembang. Apa yang dilakukannya dengan sekolah itu kemudian diikuti oleh wanita-wanita lainnya dengan mendirikan ‘Sekolah Kartini’ di tempat masing-masing seperti di Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, dan Cirebon. Sepanjang hidupnya, Kartini sangat senang berteman. Dia mempunyai banyak teman baik di dalam negeri maupun di Eropa khususnya dari negeri Belanda, bangsa yang sedang menjajah Indonesia saat itu. Kepada para sahabatnya, dia sering mencurahkan isi hatinya tentang keinginannya memajukan wanita negerinya. Kepada teman - temannya yang orang Belanda dia sering menulis surat yang mengungkapkan cita - citanya tersebut, tentang adanya persamaan hak kaum wanita dan pria. Setelah meninggalnya Kartini, surat - surat tersebut kemudian dikumpulkan dan diterbitkan menjadi sebuah buku yang dalam bahasa Belanda berjudul Door Duisternis tot Licht (Habis Gelap Terbitlah Terang). Apa yang terdapat dalam buku itu sangat berpengaruh besar dalam mendorong kemajuan wanita Indonesia karena isi tulisan tersebut telah menjadi sumber motivasi perjuangan bagi kaum wanita Indonesia di kemudian hari.

Upacara ini dilaksanakan di Halaman Kantor Pengadilan Negeri Purworejo dimulai pukul 08.00 WIB sampai dengan selesai. Upacara bendera ini berlangsung dengan khidmat dan lancar.

Inspektur Upacara Ibu Setyorini Wulandari, S.H., M.H. membacakan sambutan dari Bupati Purworejo, sebagai berikut :

SAMBUTAN BUPATI PURWOREJO
PADA PERINGATAN HARI KARTINI TAHUN 2019

Assalamu alaikum Wr. Wb
Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita bemua,

Terlebih dahulu marilah senantiasa kita bersyukur ke hadirat Allah Subhanahu Wata’ala - Tuhan Yang Maha Esa, atas segala limpahan rakhmat dan karunia-Nya, sehingga kita masih berkumpul bersama untuk mengikuti Peringatan Hari Kartini Tahun 2019, tanpa halangan suatu apapun.

Hadirin yang saya hormati,
Perempuan merupakan tokoh sentral yang memiliki kemampuan dan kapasitas yang luar biasa besar dalam membentuk karakter bangsa. Kemampuan ini tentunya memerlukan pondasi yang kuat serta rasa percaya diri yang tinggi. Kemampuan inilah pula yang mendasari Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan hak perempuan, sehingga mampu memberikan perubahan tatanan kehidupan masyarakat terutama yang terkait dengan posisi kaum wanita.
Atas perjuangan RA Kartini itulah, saat ini kita bisa melihat perempuan-perempuan Indonesia yang hebat. Mereka tidak saja menjadi ibu rumah tangga yang mumpuni, tetapi juga ikut berpartisipasi dalam memberi warna kehidupan masyarakat dengan berbagai kegiatan-kegiatan pembangunan dan sosial.
Perempuan merupakan salah satu aktor dan aset dalam pembangunan ekonomi modern, mengingat jumlahnya yang sangat besar. Sehingga sangat beralasan apabila potensi besar perempuan itu harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Besarnya  jumlah perempuan pengusaha diharapkan akan mampu meningkatkan ketahanan ekonomi, karena akan mampu menciptakan lapangan kerja baru, menyediakan barang dan jasa baru dengan harga yang lebih murah, dan mengurangi kemiskinan.

Namun diluar  itu  masih banyak perempuan yang berada dalam posisi tidak berdaya. Ketidakberdayaan mereka terjadi karena banyaknya faktor yang menganggap sebelah mata dalam  tingkatan stratifikasi sosial perempuan.
Kemampuan perempuan masih dianggap dibawah laki-laki, sehingga kesempatan untuk menyerap faktor produksi juga kalah jauh dengan laki-laki. Selain itu, perempuan sangatlah rentan dengan kemiskinan dan ketidakadilan stratifikasi sosial, sehingga untuk sulit berkembang.

Hadirin yang berbahagia,
Besarnya potensi yang dimiliki oleh kaum perempuan, harus benar-benar dioptimalkan bagi kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat. Untuk itu diperlukan langkah strategis untuk merubah paradigma pembangunan sumber daya manusia yang lebih mengedepankan kesetaraan gender. Karena sebenarnya akan sangat menguntungkan jika terjadi kesetaraan gender antara perempuan dan laki-laki.

Jika dalam sebuah rumah tangga pada awalnya laki-laki sebagai pencari nafkah, dengan adanya kesetaraan gender maka akan terjadi peningkatan pendapatan rumah tangga dengan bekerjanya perempuan di sektor produktif. Hal itu selaras dengan tema peringatan Hari Kartini tahun ini yakni DENGAN SEMANGAT KARTINI KITA WUJUDKAN KUALITAS KELUARGA UNTUK JAWA TENGAH MAJU DAN BERDIKARI.

Akhirnya kita semua tentu berharap, peringatan Hari Kartini tahun ini dapat menjadi momen kebangkitan kaum perempuan, untuk ikut berpartisipasi dan berusaha memberikan yang terbaik bagi kemajuan pembangunan di Kabupaten Purworejo.

Demikian beberapa hal yang bisa saya sampaikan, kurang lebihnya mohon maaf. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan petunjuk dan bimbingan kepada kita semua.

Jayalah Perempuan Indonesia!!
Sekian dan terima kasih.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

BUPATI PURWOREJO


AGUS BASTIAN, SE, MM


Download Link Sambutan Peringatan Hari Kartini Ke-140 Tahun 2019